Minggu, April 21, 2024

Tidak Optimal, Sejumlah OPD di Mansel akan Merger ke Induknya

RANSIKI, Kasuarinews.id – Kepala Badan Organisasi Setda Kabupaten  Manokwari Selatan, Filep Asro kepada awak media, Rabu (26/7/2022) mengatakan bahwa beberapa OPD di lingkup Pemkab Mansel akan digabungkan (marger) kembali ke OPD induknya. “Setelah melalui pengamatan dan evaluasi yang cukup intens, sejumlah OPD akan kembali ke rumpunnya karena tidak optimal. Misalnya, Dinas Pemuda dan Olaharga, Kearsiapan serta Pariwisata,” ujarnya.

Menurut Filep Asro, jika mengacu pada Peraturan Pemerintah hal itu tidak salah. “Kita sudah buat Perbupnya dan telah disetujui Bupati karena itu adalah kewenangan bupati,” terang Filep.

Pengabungan kembali sejumlah OPD itu kata Filep Asro pertama-tama disebabkan karena pelaksanan tugas di OPD tersebut dianggap tidak optimal dalam melaksanakan tugas rutinitasnya. “Karena tidak optimal maka sesuai kebijakan bupati, dimarger saja. Perbupnya sudah ada, tinggal menunggu sidang penetapan. Dan memang secara administratif peraturannya sudah ada tetapi belum dapat dilaksanakan karena belum sah secara hukum,” tandas Filep.

Dia juga mengatakan bahwa meski belum ada penetapan tetapi secara organisasi telah dilakukan  pergeseran. Dan OPD yang digabung itu adalah OPD yang punya tupokasi yang sama, tidak asal gabung.

Soal kemungkinan adanya penambahan OPD baru, Filep mengatakan semuanya itu tergantung dari kemampuan APBD. “Misalnya, wacana pembentukan Dinas Pendapatan Daerah. Untuk hal itu, kita terus berkoordinasi dengan Pa bupati karena pembentukan OPD baru berkaitan dengan kesiapan SDM padahal kita di Mansel SDMnya masih terbatas. Selain SDM, juga ketersediaan anggaran karena jika ada OPD baru maka harus menyiapkan anggarannya. Dan harus diingat bahwa mergernya beberapa OPD itu karena persoalan keuangan. Kita kasih contoh saja Dinas Pariwisata yang digabungkan kembali. Artinya, pembentukan Dinas Pariwisata dulu dengan tujuan dapat menarik investor ataupun dapat menyumbang PAD bagi daerah tetapi  kenyataannya tidak ada sama sekali. Artinya, Dinas Pariwisata tidak bisa menarik investasi sehingga dana yang dialokasikan untuk OPD itu seakan mubasir saja. Itu contoh salah satu OPD saja tetapi OPD yang lain juga sama.  Dan pa Bupati melihat hal itu sehingga sesuai kewenangannya, bupati memutuskan bahwa OPD yang tidak produktif kembali digabung,” urai Filep.

Terkait pimpinan OPD yang merger, Filep mengatakan mereka akan ditempatkan di OPD yang masih kosong. “Untuk melihat hal itu, Bagian Ortal harus segera membuat analisis jabatan, sedangkan para ASN dan honorer yang bertugas di OPD yang digabung akan dikembalikan ke OPD yang ada,” ungkap Filep. (KN3)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

five × two =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir