Kamis, Mei 23, 2024

UPDATE Kasus Tewasnya Putri Pj Gubernur Papua Pegunungan, Polisi: ABK Diduga Alami Kekerasan Seksual

PAPUA, Kasuarinews.id РABK (16), putri dari Penjabat (Pj) Gubernur Papua  Pegunungan, Nikolaus Kondomo terindikasi mengalami kekerasan seksual. Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, ABK diduga mati lemas dan ada indikasi korban mengalami kekerasan seksual. Dari keterangan beberapa saksi, korban sempat pergi dengan teman dekatnya, seorang pria berinisial AN. Saat ditemukan di kamar indekos, di samping jasad ABK, ada beberapa botol minuman keras.

Ketika itu tubuh ABK lemas dan sempat kejang-kejang sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Elizabeth Semarang. Namun sayang ABK akhirnya meninggal di rumah sakit. Sabtu (20/5/2023) siang, jenazah ABK (16), putri dari Pj Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo dimakamkan di pemakaman Desa Jatiharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Jenazah ABK dimakamkan di Pemakaman Katolik di Desa Jatiharjo yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah orang tua ibunda ABK. Berikut fakta-fakta terkait tewasnya putri Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo dikutip dari Tribunnews.com:

 Ditemukan Tak Berdaya di Rumah Kos

Informasi yang dihimpun, korban ABK awalnya ditemukan dalam kondisi tak berdaya di rumah kos Venus Jalan Pawiyatan Luhur, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (18/5/2023) malam. Beberapa saksi yang mengetahui kejadian ini lalu membawa korban ke Rumah Sakit Elizabeth Semarang. Korban disebut mengalami kejang-kejang, sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Dokter yang menangani korban merasa curiga dengan kondisi korban hingga akhirnya melaporkan peristiwa ini kepada polisi. Selanjutnya aparat kepolisian mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian ABK.

Pengelola Kos Tak Tahu

Pengelola kos Venus, Oka mengaku tidak tahu menahu terkait kejadian tersebut. Sebab saat kejadian dirinya tidak berada di lokasi. “Saya dapat info kejadian itu dari polisi tadi malam pukul 22.00 WIB,” kata Oka, Jumat (19/5/2023). Ia mengatakan, kamar yang menjadi lokasi kejadian kamar nomor 40. Lokasi kamar saat ini masih terpasang police line. “Mungkin besok (Sabtu) saya sama pemilik kos ketemu polisi di kantor Polrestabes,” ujarnya.

Ditemukan Luka, Korban Kejang-kejang Sebelum Meninggal

Korban ABK sempat alami kejang-kejang sebelum meninggal dunia. “Masih autopsi, belum tahu (penyebab kematian),” ujar Kapolrestabes Semarang¬†Kombes Irwan Anwar saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Jumat (19/5/2023). Dari hasil pemeriksaan luar dokter, ditemukan luka lecet di tubuh korban. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan mengungkapkan, kasus itu masih dilakukan penyelidikan. Sejauh ini, ada tiga orang yang sudah diperiksa. Mereka yang diperiksa adalah orang yang mengajak korban ke kos tersebut hingga saksi yang membawa korban ke rumah sakit.

Barang Bukti Botol Minuman Keras

Beberapa barang bukti juga sudah diamankan antara lain sejumlah botol minuman keras berbagai jenis. “Ada miras anggur merah dan kawa-kawa,” ujarnya. Proses autopsi masih dilakukan di RSUP dr Kariadi Semarang.

 Tempuh Jalur Hukum

Keluarga korban telah menempuh jalur hukum terhadap kasus tersebut. “Pihak ibu (korban) melakukan pelaporan polisi,” ungkap AKBP Donny Lombantoruan.

 Kesaksian Warga Sekitar

Menurut kesaksian warga, kos tempat ditemukannya korban ABK buka 24 jam. “Kos itu campur cowok cewek, gerbang buka terus 24 jam. Kamarnya banyak di situ. Pemiliknya orang mana, kurang tahu,” kata seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya, Jumat (19/5/2023). Warga sekitar kos Venus tak banyak yang mengetahui kejadian ini. Namun, ada salah satu warga sekitar yang mendengar kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa korban overdosis.

“Yang cerita dari anak kos situ yang jajan ke angkringan depan kos. Mau diselamatkan dibawa ke rumah sakit posisi sudah tidak bergerak, sudah lemas,” paparnya. Selepas kejadian itu, lokasi kos tersebut sempat didatangi banyak orang tak dikenal, yang diduga dari anggota kepolisian, namun tidak berseragam. Mereka mendatangi tempat kos pada malam hari sekira pukul 20.00 WIB. “Ada tiga orang kos sini diajak orang-orang itu masuk ke dalam mobil, dua cewek, satu cowok,” tuturnya. Selain anggota kepolisian, datang pula mobil Inafis mendatangi lokasi kos tersebut. Lokasi mulai sepi sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut keterangan warga, sebelum korban dilarikan ke rumah sakit, ada warga yang sempat melihat kedatangan sebuah mobil dan parkir depan kos tersebut. Selanjutnya beberapa orang turun dan masuk ke dalam kos. Tak lama kemudian, mereka keluar dan kembali masuk ke dalam mobil dengan gelagat yang mencurigakan. “Mereka pakai mobil Avanza, lalu pergi gak tau kemana,” ujarnya.(KN5)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

3 × 3 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir