Sabtu, Juli 20, 2024

Warga Maybrat Masih Memilih Mengungsi Usai Insiden Penyerangan KKB

JAYAPURA, Kasuarinews.id – Masyarakat asal Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, sudah tiga bulan meninggalkan kampung halaman dan tinggal di pengungsian, usai kejadian penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KBB) terhadap Posramil Kisor yang menewaskan empat prajurit pada awal Bulan September kemarin.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandei melakukan monitoring dan bertemu dengan pengungsi asal Kisor yang memilih lokasi hutan belantara sebagai tempat tinggal untuk melindungi diri dari penyisiran yang dilakukan aparat usai insiden di Kisor. “Masyarakat Kisor telah mengungsi dan selama tiga bulan mereka meninggalkan kampung halaman mereka,” ujar Frits Ramandei, Sabtu (11/12) seperti dilansir dari Merdeka.com.

Ia menyebutkan, tepat di hari HAM sedunia 10 November 2021 kemarin, pihaknya telah melakukan pendampingan kepada masyarakat pengungsi Kisor untuk kembali ke kampung mereka. “Selama dua hari Komnas HAM bersama masyarakat Kisor, kami menemani mereka untuk melihat kampung dan rumah mereka,” sebut Frits.

Dalam pendampingan itu, para pengungsi ke kampung mereka hanya untuk mengambil pakaian, sepatu, alkitab dan beberapa aktivitas keagamaan kemudian kembali lagi ke wilayah pengungsian untuk merayakan Natal di sana.”Sayangnya selama tiga bulan di pengungsian, masyarakat Kisor tidak mendapat perhatian atau pun bantuan dari Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat,” tuturnya.

Ia pun menerangkan, data sementara yang didapat jumlah masyarakat yang mengungsi berkisar enam ribu orang. “Ribuan pengungsi masyarakat Kisor itu mereka baru akan pulang ke kampung mereka lagi setelah merayakan Natal. Itu pun bulan Januari 2022, dibarengi dengan adanya jaminan keamanan bagi mereka,” ujarnya.

Warga masyarakat Maybrat, Sriyadi  yang ditemui Sabtu (11/12/2021) juga mengungkapkan hal yang sama. “Memang benar, sampai saat ini situasi di Maybrat belum pulih 100 persen karena banyak warga masyarakat yang masih mengungsi,” ujarnya.

Bahkan kata dia, ada distrik dan kampung yang warganya tinggal 30 persen karena yang lainnya masih mengungsi. “Masih banyaknya warga yang belum kembali ke kampung dan distrik akan sangat berpengaruh ke sejumlah hal. Misalnya, soal pemutahiran data penduduk untuk kepentingan Pemilu sudah pasti akan terganggu,” ungkapnya.

Untuk itu, dia meminta kepada semua pihak baik pemerintah, TNI/Polri, tokoh agama, akdemisi, tokoh masyarakat agar secara persuasive dapat mengajak dan mendorong waga masyakat untuk kembali jke kampung halamannya. (cob/cr-1)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

17 + eighteen =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir