Sabtu, Mei 18, 2024

Warinussy Desak Kajati Papua Barat Periksa Keterlibatan Selviana Wanma dalam Kasus Dugaan Tipikor Perluasan Jaringan Listrik di Raja Ampat

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Advokat dan  Pemerhati Tindak Pidana Korupsi di Provinsi Papua Barat,  Yan Ch. Warinussy, SH mendesak Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat agar dapat memeriksa  keterlibatan Selviana Wanma dalam  kasus dugaan tindak pidana korupsi perluasan jaringan listrik tegangan rendah dan menengah di Kabupaten Raja Ampat.

“Saya meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sorong untuk bertindak jujur dan adil dalam memproses Kasus Korupsi Perluasan Jaringan Listrik Tegangan Rendah dan Menengah di Kabupaten Raja Ampat Tahun Anggaran 2010. Dalam kasus ini sejauh yang saya ikuti dalam proses penegakan hukumnya hingga ke Pengadilan Negeri/Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manokwari Kelas I B sudah melahirkan putusan hakim terhadap beberapa terpidana seperti Besar Tjahyono dan Yan Piter Mayor,” ungkap Warinussy dalam pres rilisnya, Sabtu (23/7/2022).

 Sesungguhnya, kata Warinussy, muncul beberapa fakta hukum menarik dari perkembangan sidang perkara kedua terpidana tersebut serta adanya pertimbangan Majelis Hakim Tipikor Manokwari yang perlu direspon bahkan ditindaklanjuti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong. Salah satunya adalah tentang adanya dugaan terdapat aliran dana yang diterima oleh Besar Tjahyono dari seseorang bernama Selviana Wanma melalui transfer rekening bank Mandiri Cabang Ambassador.

Sebagai seorang advokat  yang juga berkapasitas selaku pejabat penegak hukum berdasarkan UU No.18 Tahun 2003 Tentang Advokat, lanjut Warinussy, dirinya berpandangan bahwa Kajari Sorong Erwin Priyadi Hamonangan Saragih, SH, MH dan jajarannya memiliki kewenangan untuk melakukan pendalaman terhadap keterlibatan Ibu Selviana Wanma tersebut berdasarkan fakta hukum dan fakta persidangan diatas berdasarkan amanat UU No.8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Kiranya fakta persidangan terpidana Besar Tjahyono tentang adanya dugaan terjadi aliran dana pembayaran proyek dengan menggunakan SP2D kepada PT.Fourkinh Mandiri. Kemudian dana tersebut ditransfer ke rekening pribadi Selviana Wanma di Bank Mandiri Cabang Ambassador Jakarta. Saya menilai bahwa jika Kajari Sorong hanya bisa menjangkau terpidana Yan Pieter Mayor dan Besar Tjahyono, maka seyogyanya Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat dapat segera melihat kemungkinan untuk membuka lembara kasus dugaan tindak pidana korupsi perluasan jaringan listrik tegangan rendah dan menengah di Kabupaten Raja Ampat ini dengan mulai memeriksa keterlibatan Ibu Selviana Wanma tersebut,” tandas Warinussy. (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

two × two =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir