Minggu, Juli 21, 2024

Jelang Pemilu, Masyarakat Papua Barat Diminta Tidak Pilih Caleg Yang Bermain Politik Kotor dan Busuk

MANOKWARI, Kasuarinews.id- Aktivis dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Tanah Papua, Yan Ch. Warinussym, SH mengajak seluruh warga masyarakat di tanah Papua khususnya Papua Barat agar tidak memilih para caleg yang mempraktekan politik kotor dan busuk seperti menyogok rakyat dengan uang.

“Saya melihat perkembangan kegiatan masa kampanye jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif Tahun 2024 di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat cukup menarik. Yang saya maksud menarik adalah begitu banyak bertaburan spanduk-spanduk serta baliho-baliho para calon anggota legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manokwari di hampir seluruh wilayah Ibukota Kabupaten Manokwari yang konon dijuluki sebagai Kota Injil dan atau kota peradaban Orang Papua, yaitu Manokwari. Wajah-wajah yang terpampang di spanduk dan baliho tersebut ada yang sudah dikenal oleh masyarakat di Manokwari, tapi cukup banyak yang merupakan wajah baru yang belum sama sekali dikenal di kota Injil ini. Bahkan mayoritas adalah Orang non Papua yang belum banyak diketahui kiprah dan keterlibatan mereka dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Manokwari dan sekitarnya,” ujar Warinussy, Minggu (7/1/2023).

Menurut Warinussym, jelang Pemilu, sangat diperlakukan pemahaman rakyat pemilih di Manokwari terhadap rekam jejak para calon legislatif (caleg) tersebut. Pemahaman tersebut dapat diperoleh rakyat pemilih  apabila para caleg tersebut mengemukakan konsep-konsep pemikiran mereka tentang aspek-aspek kehidupan sosial kemasyarakatan yang dapat mereka perjuangkan kelak di parlemen lokal seperti DPRD Kabupaten Manokwari ataupun juga di DPR Papua Barat maupun di tingkat pusat di DPR RI dan DPD RI.

“Rakyat pemilih juga mesti tidak mudah terpengaruhi untuk memilih caleg-caleg yang mudah mempengaruhi keterpilihannya dengan cara-cara busuk dan kotor, misalnya melalui politik uang (money politic). Hal ini pula dapat diduga terjadi dengan adanya caleg yang menggunakan uang aspirasi politik rakyat untuk membuat sejumlah pernak-pernik Natal dan Tahun Baru di sejumlah wilayah pemilihannya kelak dengan iming-iming rakyat akan memilihnya pada pemilu legislatif 14 Februari 2024 mendatang ? Yang seperti ini seyogyanya dikawal oleh rakyat pemilih, termasuk para pemantau Pemilu maupun lembaga pengawas pemilu seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat. Saya juga mendorong rakyat pemilih di Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat untuk lebih Kristis dan Argumentatif dalam menilai setiap caleg yang hendak “menawarkan” dirinya pada masa kampanye pemilu legislatif Tahun 2024 mendatang saat ini,” tandas Warinussy.

Untuk itu, kata dia, rakyat pemilih tidak boleh terjebak dalam lingkaran nepotisme dan kolusi semata. Tetapi rakyat pemilih mesti mampu menilai dan memberi kepercayaan suara dan aspirasi politiknya pada caleg-caleg yang benar memiliki konsep dan cara menterjemahkan secara praktis konsep tersebut pada aras legislasi dan finansial serta dapat dikawal atau diawasi atau dikontrol pada tingkat aktualisasinya kelak.(KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

twelve − 7 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir