Sabtu, April 20, 2024

Jumlah Penduduk Non OAP di Provinsi Papua Barat Daya Jauh Lebih Banyak dari OAP

SORONG, Kasuarinews.id –Ā  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Barat Daya merilis jumlah penduduk Orang Asli Papua (OAP) di Provinsi Papua Barat Daya tahun 2023. Data yang diunggah pada sebuah plafon media sosial memperlihatkan bahwa pada tahun 2023, presentasi jumlah penduduk non OAP di Provinsi Papua Barat Daya jauh lebih besar dari penduduk OAP yaitu sebesar 57% lebih, sedangkan jumlah penduduk OAPĀ  sebesar 42,37%.

Tahun 2023, penduduk Provinsi Papua Barat Daya berjumlah 611.353 jiwa dimana OAP sebanyak 259.032 dan penduduk non OAP sebanyak 352.320 jiwa.

Jika dirincikan per kabupaten/kota, datanya adalah penduduk kabupaten Sorong berjumlah 121.008 terdiri dari OAP 45.439 dan non OAP 75.569 atau presentasi OAP terhadap jumlah penduduk 37, 55% dan presentasi on OAP terhadap jumlah penduduk 62,45%.

Untuk Kota Sorong jumlah pendudukĀ  284.410 terdiri dari OAP 45.160 jiwa dan nonĀ  OAPĀ  239.250 atau presentasi OAP terhadap jumlah penduduk 15, 88% dan presentasi nonĀ  OAP terhadap jumlah penduduk 84, 12%.

Kabupaten Sorong Selatan jumlah penduduknya 61.151 terdiri dari OAP 45.964 dan non OAP 15.187 atau presentasi OAP terhadap jumlah penduduk 75, 16% dan presentasi non OAP terhadap jumlah penduduk 24, 84%.

Jumlah penduduk Kabupaten Raja Ampat 67.244 jiwa terdiri dari OAP 52.332 dan non OAPĀ  14.912 atau presentasi OAP terhadap jumlah penduduk 77, 82% dan presentasi non OAP terhadap jumlah penduduk 22, 18%.

Jumlah penduduk Kabupaten Tambrauw berdasarkan data dari Dinas Dukcapil Tambrauw sebanyak 32.727 jiwa terdiri dariĀ  penduduk OAP 27.868 jiwa dan penduduk non OAP 4.859 jiwa atau presentasi OAP terhadap jumlah penduduk 85, 15% dan presentasi non OAP terhadap jumlah penduduk 14, 85%.

Jumlah penduduk Ā Kabupaten Maybrat tahun 2023 sebanyak 44.812 jiwa terdiri dari penduduk OAP sebanyak 42.269 dan penduduk non OAP sebanyak 2.543 jiwa atau presentasi OAP terhadap jumlah penduduk 94, 33% dan presentasi non OAP terhadap jumlah penduduk 5, 67%. Data-data tersebut, bersumber dari Dinas Dukcapil setempat.

Dan dari data-data di atas dapat dikatakan bahwa OAP menjadi minoritas di Kota dan Kabupaten Sorong dan OAP masih menjadi mayoritas di Kabupaten Maybrat, Tambrauw, Sorong Selatan dan Raja Ampat. Ke depan, pemerintah di segala tingkatan harus membuat regulasi dan kebijakan untuk memproteksi OAP sehingga OAP tidak menjadi minoritas di negerinya sendiri seperti yang terjadi di Kota dan KabupatenĀ  Sorong. (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

fourteen + four =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir