Sabtu, April 20, 2024

CFG Task Force dan Balitbang Bahas Isu Lingkungan di Papua Barat

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah Provinsi Papua Barat dan GCF Task Force (Governors’ Climate and Forest Task Force – Satuan Tugas Gubernur untuk Hutan dan Perubahan Iklim)  selama dua hari  membahas isu lingkungan di Provinsi Papua Barat. Hal tersebut diungkapkan  Direktur GCF, Syahrina D. Anggraini, Kamis (24/5/2023) di salah satu hotel di Manokwari usai pertemuan dengan Balitbang Papua Barat.

Menurutnya, CGF berkolaborasi untuk menangani isu lingkungan di Papua Barat dan Papua Barat Daya demi mencegah pemanasan global. “CGF adalah salah satu NGO  yang bergerak di isu lingkungan hidup seperti perubahan iklim akibat pemanasan global,  kerusakan hutan dan lainnya. Dan selama 2 hari kami sudah bertemu dengan  Balibang Papua Barat dan juga Papua Barat Daya untuk membahas soal pencegahan perubahan iklim dengan merekam isu isu lingkungan, hutan dan pengelolaan air. Dan kami 2 hari di Manokwari untuk menyerap isu-isu lingkungan bersama Balitbang Papua Barat dan Papua Barat Daya terkait iklim, hutan, air dan tanah,” ungkapnya.

Hal yang sama juga di sampaikan  Kepala Balitbang Papua Barat,   Prof. Dr. Charlie Danny Heatubun, S.Hut, M.Si, FLS  membenarkan bahwa pihaknya membangun kolaborasi dengan pihak GCF Task Force. “Di Indonesia, ada 7 Provinsi yang jadi anggota GCF, salah satunya Papua Barat,” ungkapnya.

Gugus Tugas GCF dibentuk untuk menanggapi masalah mendasar dari deforestasi tropis dan perubahan iklim-dan kompleksitas terkait gangguan ekologis, hilangnya keanekaragaman hayati, kerawanan pangan, energi, dan air, serta kemiskinan pedesaan.

Pada tahun 2008, Gubernur California Arnold Schwarzennegger mengumpulkan sembilan Gubernur lain dari Brasil, Indonesia, dan Amerika Serikat, untuk mengatasi masalah yang sama-perubahan iklim global. Kelompok kecil Gubernur ini-pemimpin kunci dengan kekuatan politik di seluruh negara bagian dan provinsi-tahu bahwa kebersamaan mereka lebih kuat. Mereka menyadari bahwa mengekang deforestasi tropis merupakan elemen penting dari upaya mereka yang lebih luas untuk mengatasi perubahan iklim, dan mereka berkumpul untuk bersandar dan belajar dari satu sama lain saat mereka bekerja untuk memajukan strategi di negara bagian dan provinsi mereka. Pada tahun 2008, koalisi kecil ini menandatangani Nota Kesepahaman penting tentang kerja sama iklim dan hutan-dan Satuan Tugas GCF pun lahir.  (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ten + 5 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir