Kamis, Mei 23, 2024

Pemprov Papua Barat Selenggarakan Kegiatan Gelar Keamanan Pangan

MANOKWARI, Kasuarinews.id –  Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan pada Selasa (17/10/2023) menyelenggarakan kegiatan gelar keamanan pangan yang meliputi pameran pangan segar,  temu pelaku usaha dan gerakan pangan murah. Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir RSUD Papua Barat, Amban ini dibuka secara resmi oleh Niko Tike, Staf Ahli Gubernur Papua Barat.

Ketua Panitia, Gustaf Sesa dalam laporannya mengatakan bahwa gelar keamanan pangan ini bertujuan utama untuk promosi serta memberikan  informasi tentang pengawasan keamanan pangan segar baik post market maupun pre market dan peningkatan mutu pangan segar pelaku usaha yang aman. Selain itu juga menjadi ajang bagi para pelaku usaha untuk saling berbagi pengetahuan dan memperoleh informasi dalam upaya menatausaha mutu pangan segar serta untuk membantu menurunkan inflasi daerah.

“Output yang ingin dicapai yaitu komoditi pangan segar asal tumbuhan maupun olahan dapat dikenal dan diminati konsumen dan bersaing di pasaran baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu para pelaku usaha memperoleh pengetahuan inovasi guna peningkatan dan persaingan mutu produk,” ujar Gustaf.

Kata Gustaf, pemeran pangan segar dilakukan tanggal 17 Oktober, sedangkan temu pelaku usaha dilaksanakan tanggal 18 Oktober di distrik Sidey. “Pesertanya berasal dari seluruh kabupaten di Provinsi Papua Barat serta Dinas Ketahanan Pangan provinsi,” ungkap Gustaf.

Sementara itu Pj. Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw dalam sambutannya yang dibacakan staf ahli gubernur Niko Tike mengatakan bahwa keamanan pangan senantiasa dikaitkan dengan adanya bahaya asal pangan saat dikonsumsi oleh manusia. “Nah, harus dipahami bahwa bahaya pangan yang tidak aman dapat terjadi pada setiap tahapan rantai pangan maka pengawasan pada setiap rantai pangan menjadi sangat penting,” jelas Gubernur.

Menurut Gubernur, untuk mewujudkan kondisi ketahanan pangan dari segi ketersediaan pangan, distribusi dan harga pangan serta memastikan bahwa pangan segar maupun produk olahan segar yang beredar, aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Pada kesempatan ini, Pj. Gubernur meminta kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat agar dapat terus melakukan pengawasan premarket yaitu pengawasan lahan pelaku usaha tani pada saat pasca panen sebelum diedarkan dengan melakukan sertifikasi prima. Selain itu juga pengawasan post market yaitu pengawasan pangan segar yang beredar di pasaran baik pasar tradisional maupun modern. (KN5)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

five + one =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir