Jumat, April 19, 2024

Permintaan ke Mendagri Untuk Copot Pj. Bupati Tambrauw Hanya Akal-Akalan

SORONG, Kasuarinews.id – Salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Tambrauw, Yan Kinho mengatakan pernyataan saudara Nicodemus Momo yang tersebar di media online maupun grup WA yang meminta Mendagri lewat Dirjen Otda untuk mencopot Penjabat Bupati Tambrauw hanyalah akal-akalan karena tidak memiliki argumentasi kuat.

“Permintaan saudara Nicodemus Momo kepada Menteri Dalam Negeri dan Dirjen Otda untuk mencopot Penjabat bupati Tambrauw sangat tidak mendasar karena tidak memiliki data dan bukti yang akurat,”ungkap Yan Kinho Kamis (16/3/2023).
Menurut Yan, seharusnya Nicodemus melakukan investigasi lebih dahulu sebelum membuat pernyataan sehingga memiliki data yang kuat.
“Yang namanya Penjabat Bupati adalah Penunjukan sehingga sudah ada mekanisme yang diatur berdasarkan UU untuk memberhentikan seorang Penjabat bupati. Penjabat bupati bukan jabatan politik yang bisa diintervensi oleh siapapun karena tidak melalui proses pemilihan secara langsung. Jika melihat kinerja penjabat bupati Tambrauw sejak menjadi Sekda, beliau banyak meluangkan waktu untuk melayani masyarakat kadang hingga jam 21.00. Namun setelah ditunjuk sebagai Penjabat bupati memang banyak tugas keluar karena tidak bisa diwakili. Dan hal itu biasa bagi semua kepala daerah. Saudara Nico harus punya data akurat. Misalnya Pak Penjabat tanggal berapa dan bulan apa tinggalkan tugas dan jalan-jalan saja keluar daerah. Itu harus jelas, jangan hanya buat pernyataan karena mendengar cerita orang lain atau hanya menduga-duga,” tandas Yan Kinho.
Dia amat menyesalkan pernyataan saudara Nico apalagi yang bersangkutan adalah seorang mahasiswa dan juga kader suatu organisasi kemahasiswaan yang seharusnya terbiasa membuat pernyataan yang lebih cerdas dan bukan berdasarkan sentimen dan asumsi pribadi.
“Pernyataan yang bernuansa memaksa seperti itu menunjukan sistim berpikir yang sudah rusak sehingga harus dihentikan karena akan merusak dan membahayakan sebuah peradaban. Dan seorang kader PMKRI seharusnya membuat pernyataan yang lebih elegan dan cerdas dengan landasan intelektual yang lebih baik. Dan harus diingat bahwa orang Tambrauw dalam konteks kepentingan yang lebih besar, suka ataupun tidak harus membangun relasi dengan sesama suku-suku lain, apalagi yang memiliki kesamaan budaya. Kita tidak bisa hidup sendiri di saat sekarang, kita akan ditinggalkan. Ketika anda menabur kebencian hari ini itu sama saja anda telah meninggalkan catatan buruk untuk masa yang akan datang,” ungkap Yan.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Isu Strategis Papua, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) St.Thomas Aquinas Periode 2022-2024, Nicodemus Momo dalam pernyataannya yang tersebar di media online dan grup WA meminta pencopotan Pj. Bupati Tambrauw Engelberus G. Kocu.

Alasannya, sejak dilantik Mei 2022 lalu, Kocu bekerja tidak sesuai dengan harapan masyarakat Tambrauw karena lebih membangun politik pencitraan daripada pelayanan bagi masyarakat Tambrauw. Selain itu, sejumlah alasan Nicodemus Momo yaitu (1). Penjabat Bupati Tambrauw jarang masuk masuk kantor melayani masyarakat. Dalam sebulan hanya 4-5 kali dan waktu sisanya Pj Bupati Tambrauw habiskan di Jakarta/luar Pemerintahan kabupaten Tambrauw. (2). Ada dugaan, pemerintah kabupaten Tambrauw ikut terlibat dalam Tambang Ilegal di Distrik Kwoor kabupaten Tambrauw. Seharusnya, kabupaten Tambrauw sebagai kabupaten konservasi di provinsi Papua Barat Daya harus dijaga dan di rawat hutannya demi anak cucu kita ke depan. (4). Kehadiran Penjabat bupati kabupaten Tambrauw terus menciptakan konfilik horizontal antra masyarakat, sesama suku-suku masyarakat adat Tambrauw. (4). Pemalangan jalan trans Papua Barat di distrik Kasi Indah oleh masyarakat distrik Kasi Indah kabupaten Tambrauw karena aktor pemicu konflik adalah penjabat bupati Tambrauw. (KN5)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

three × four =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir