Sabtu, Mei 18, 2024

Dicurigai sebagai Penculik Anak, Wanita Paruh Baya di Sorong Jadi Sasaran Amuk Massa dan Dibakar

SORONG, Kasuarinews.id – Maraknya isu penculikan anak di Kota Sorong dan sejumlah kota lainnya di Papua semakin hangat diperbincangkan bahkan menimbulkan ketakutan dan kecurigaan belebihan dari warga masyarakat. Bahkan minimnya informasi dan proses cek dan recek menyebabkan sebagian masyarakat dengan mudah terhasut bahkan menuding tanpa bukti dan berakibat fatal seperti yang terjadi pada seorang wanita paruh baya pada Selasa (24/1/2023) pagi di Lorong 2, Kawasan Kompleks Kokoda, Kilo 8 Pukul 06.30 Wit, Kelurahan Klasabi Distrik Sorong Manoi,  Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Hal ini buntut dari kecurigaan yang berlebihan tanpa bukti dan  bentuk dari main hakim sendiri.

Berdasarakan keterangan yang dihimpun Kasuarinews.id di lapangan, penganiayaan yang berujung pembakaran itu, bermula dari kecurigaan warga yang melihat korban lalu lalang di sekitar pemukiman. Berdasarkan kecurigaan tersebut, korban kemudian diseret sekelompok warga, sembari dihujani bogem mentah. Warga yang tersulut emosi, kemudian menelanjangi korban.

Amukan warga di lokasi kejadian, menyulitkan personel polri di TKP mengalami kesulitan untuk melerai insiden tersebut. Di tengah kericuhan itu, tiba-tiba seorang warga datang dan menyirami korban dengan bensin, dan langsung dibakar. Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuh, akhirnya di tolong oleh sebagian warga yang tengah menyaksikan insiden itu. Namun nyawa korban tidak tertolong alias meninggal dunia. Kini jenasah korban sudah dievakuasi ke rumah sakit Selebesolu, untuk kepentingan penyelidikan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi, S.IK menegaskan telah mengkonfirmasi kepada Kapolresta Sorong Kombes Pol Happy Perdana SIK, dan membenarkan adanya pengeroyokan dan pembakaran tersebut. “Iya benar, tadi pagi telah terjadi pengroyokan dan pembakaran terhadap seorang wanita paruh baya. Info awal setelah dikonfirmasi korban diduga pelaku penculikan anak oleh masyarakat Kokoda, sehingga korban diamuk massa. Korban sempat diamankan Bhabinkamtibmas karena jumlah massa yang terlalu banyak, namun yang terjadi salah satu massa menyiramkan bensin kepada korban dan membakar korban,” jelas Kabid Humas.

Untuk penyebab kejadian benar tidaknya korban adalah penculik anak, Kapolresta Sorong Kota masih mendalami dan juga akan memproses pelaku yang main hakim sendiri terhadap orang yang belum pasti statusnya sebagai pelaku penculikan.

“Kami himbau agar masyarakat Papua Barat jangan termakan isu penculikan anak.Apabila memang benar terjadi penculikan, agar segera melapor kepada pihak kepolisian. Pelaku yang membakar korban tentu saja ada terima konsekuensi hukum sendiri dan kepada massa yang membakar korban tersebut. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Adam Erwindi.

Polisi Kejar 3 Pelaku

Kapolresta Sorong, Kombes Pol Happy Perdana, SIK membantah bahwa pihaknya kecolongan ataupun lengah terkait peristiwa tersebut namun dia mengakui personilnya kurang saat menghadapi massa yang sudah beringas dan tak terkendali  emosisnya yang jumlahnya jauh lebih banyak. “Sebenarnya kita bukan kecolongan tetapi massa yang ada jauh lebih banyak,” ujar Happy Perdana menambahkan anggotanya sudah berusaha mengevakuasi korban namun jumlah massa yang banyak juga mengancam jiwa anggotanya sehingga senantiasa menjaga jarak. “Kami sudah berusaha tapi massa jumlahnya banyak dan kami juga berusaha mengevakuasi korban ke rumah sakit namun naas jiwanya tidak tertolong,” ujar Kapolresta.

Kombes Happy Perdana juga mengakui saat ini pihaknya telah mengantongi identitas 3 pelaku berinsial F, D dan AB yang diduga menyiram bensin ke tubuh korban dan yang membakar korban. Selain itu pasal yang dikenakan menunggu para tersangka tertangkap. “Yang pasti kami telah melakukan upaya pengejaran terhadap para pelaku yang diduga melakukan penganiayaan dan penyiraman bensin serta menyalahkan korek api hingga korban meninggal dunia. Kami sudah kantongi identitas pelaku. Dan kami minta warga jangan main hakim sendiri. Serahkan ke kami karena ada proses hukumnya. Kami harap ini jadi peristiwa terakhir. Soal maraknya isu penculikan anak, Kapolresta memastikan bahwa isu itu hanya hoax (tidak benar) karena tidak ada laporan polisi di jajaran Polsek maupun Polresta Sorong Kota. “Saya atas nama pribadi dan institusi mengucapkan turut berbelasungkawa. Saya minta warga tetap waspada meskipun isu penculikan anak itu hanyalah hoax. Masyarakat tidak usah resa dan khawatir.

Warga masyarakat kota Sorong kepada Kasuarinews.id, menyayangkan lambatnya pernyataan resmi Kapolresta Sorong Kota bahwa isu penculikan anak tidak benar alias hoax. “Isu penculikan  anak sudah beredar di masyarakat secara luas lewat pelbagai platform media sosial terutama grup WA. Sayangnya kinerja kepolisian di Sorong Kota sangat lambat. Saya yakin, polisi juga sudah tahu isu itu. Mengapa setelah ada kejadian baru katakan itu hoax. Kami masyarakat mempertanyakan kinerja kepolisian Polresta Sorong Kota. Kalo kinerjanya begini ke depan pasti akan ada korban jiwa lagi karena polisi tidak mampu memberikan kepastian mana yang isu hoax dan mana yang bukan. Ini kelihatannya Kapolresta Sorong Kota mau cuci tangan atas kejadian ini,” tutur Andy. (KN5)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

1 × 3 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir