Rabu, Mei 22, 2024

Gereja Katedral Kristus Raja Jayapura Gelar Vesper Agung Jelang Tahbisan Episkopal Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You

JAYAPURA, Kasuarinews.id –  Gereja Katedral Kristus Raja, Jayapura, menggelar Salve Agung pada Rabu  (1/2/2023) pukul 18.00 Wit. Acara ini mengawali rangkaian tahbisan Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You yang akan dilaksanakan pada Kamis (2/2/2023) pukul 09.00 Wit.

Salve Agung, dalam tradisi Katolik adalah perayaan pemberkatan insignia yang merupakan perlengkapan yang akan digunakan oleh Uskup selama menjabat di keuskupannya.

Inti dari Salve Agung adalah pengikraran kesetiaan kepada Paus dan pengakuan iman Uskup. Pada Salve Agung ini, Uskup terpilih akan mengucapkan janji setia kepada Paus. Setelah itu pemimpin Salve akan memberkati insignia (atribut penanda uskup) yang akan dipakai oleh Uskup baru dalam tugas penggembalaan. Atribut itu diantaranya mitra, cincin, tongkat, dan kalung salib.

Salve Agung dipimpin Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar OFM dan homili singkat dibawahkan oleh Pastor  Barnabas Daryana, Pr yang diinspirasi dari Surat Ibrani dan Injil Yohanes 21: 15-17.

Pastor Barnabas dalam homilinya (kotbahnya) mengatakan bahwa dalam Injil Yohanes 21: 15-17, Yesus bertanya kepada Simon Petrus: apakah engkau mengasihi Aku lebih dari mereka ini? Jawaban Petrus: Benar Tuhan, Engkau tahu aku mengasihi Engkau. Kata Yesus: Gembalakan domba-dombaKu. Pertanyaan yang sama diulangi Yesus sebanyak 3 kali dan jawaban Petrus tetap konsisten meski menjawab pertanyaan ketiga, Petrus agak sedih.

“Mungkinkah hal ini berlaku juga untuk pastor Yan You. Ketika ditanya Paus lewat Nuntio? Ketika diminta kesediaan jadi uskup keuskupan Jayapura, yang tahu hanya Pastor Yan dan  Tuhan Allah sendiri. Siapakah aku ini yang tak pantas, yang hina, yang tak fasih, lagi rapuh. Aku ini manusia biasa, kata Pator Yan You dalam refleksinya yang telah dibuat lagu dan dinyanyikan saat tahbisan,” ujar Pastor Barnabas mengutip refleksi Pastor Yan You.

Namun kata Pastor Barnabas,  Yesus berkata, “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah serigala. Nah, sudah lemah, diutus lagi ke tengah serigala. Yang jelas Pastor Yan telah terima penunjukan dari Paus serbagai uskup dan esok akan ditahbiskan,” tandas Pastor Barnabas.

Kata Barnabas, Keuskupan Jayapura serba hetrogen, baik dari sisi umat maupun medan pelayanan dan situasi politiknya. “Wilayah Keuskupan Jayapura sangat luas dan menantang. Lembah, gunung, bukit, sungai rawa, laut, dan lainnya. Semua ada. Bermacam-macam jenis orang ada  di Jayapura, baik suku asli Papua maupun non Papua yang memiliki latar-belakang budaya, pemikiran dan karakter  yang berbeda satu sama lain. Situasi politik juga sama.  NKRI harga mati dan Papua merdeka harga mati hidup dengan suburnya di Keuskupan Jayapura. Kekerasan dan pelanggaran HAM yang tak kunjung henti dan masih banyak lagi yang menantang,” ujar Pastor Barnabas.

Kata dia, semua ini menjadi warna khas dari Keuskupan Jayapura dan membutuhkan sentuhan dan kepiawaian dari sang pemimpin, lebih khusus uskup Jayapura yang baru supaya bisa membumikan kerajaan Allah yang merupakan inti pewartaan Yesus yang menjadi dambaan semua orang. Atau dalam bahasa lain, untuk mewujudkan Papua tanah damai atau surga kecil yang jatuh di bumi Papua, dibutuhkan komitmen, roh kebijaksanaan dan sentuhan kasih dari sang gembala. “Dan Pastor Yan You memang manusia biasa yang penuh dengan kerapuhan. Namun, jangalah takut dan ragu, Tuhan Yesus telah memilihmu sehingga Dia juga akan mendampingi sehingga pasti bisa. Kami para imam dan seluruh umat juga selalu mendukungmu,” tandas Pastor Barnabas.

Tahbisan Uskup adalah perayaan iman Katolik yang sangat mulia; perayaan sakramental. Seorang Uskup akan menjadi gembala bagi umat di wilayah keuskupannya. Seorang Uskup dipilih oleh Paus. Pentahbisan Uskup merupakan kegenapan Sakramen Imamat, melanjutkan karya para rasul untuk mengajar, menguduskan dan menuntun umat gereja kepada Allah.

Hadir pada Salve Agung, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Piero Pioppo, Uskup se-Indonesia, sejumlah uskup dari negara tetangga PNG dan Timor Leste, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama, Penyelenggara Katolik Kankemenag Provinsi Papua, umat Katolik Keuskupan Jayapura dan sekitarnya, Panitia tahbisan, biarawan, biarawati.

Tahbisan Uskup Jayapura akan menjadi sejarah baru bagi bagi Gereja Katolik di tanah Papua karena Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You tercatat sebagai uskup pertama orang asli Papua yang ditunjuk langsung oleh Paus Fransiskus dari Tahta Suci Vatikan pda tanggal 29 Oktober 2022. Ia terpilih setelah 128 tahun Gereja Katolik masuk ke tanah Papua sehingga seluruh umat menyambutnya dengan penuh sukacita. Dan ada tiga rangkaian acara penting dalam tahbisan seorang uskup  yaitu Vesper Agung yang telah digelar (Rabu 1 Februari), Upacara tahbisan uskup (Kamis 2 Februari) dan  misa stasioner atau pontifical yaitu Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You akan memimpin misa perdana sebagai seorang uskup yang digelar Sabtu 4 Februari di gereja Katedral Jayapura. Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You mengambil motto tahbisan, “Ego Vobiscum Sum” (Aku Menyertai Kamu, Mat 28:20). (KN1)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

three × four =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir