Kamis, April 18, 2024

Kekerasan dan Pelanggaran HAM Yang Tak Kunjung Henti, Salah Satu Tantangan bagi Gereja Katolik Keuskupan Jayapura

JAYAPURA, Kasuarinews.id – Pastor Barnabas Daryana  dalam kotbahnya saat berlangsungnya Vesper Agung dalam rangkaian acara tahbisan Uskup Jayapura pada Rabu (1/2/2023) di Gereja Katedral Tiga Raja Jayapura mengatakan bahwa kekerasan dan pelanggaran HAM yang tak kunjung henti di Papua merupakan salah satu dari sekian banyak tantangan yang dihadapi gereja Katolik di Keuksupan Jayapura. Tantangan itu juga akan  dihadapi uskup Jayapura yang baru Mgr. Yan You dalam tugas penggembalaannya sebagai Uskup Jayapura untuk menghadirkan Kerjaan Allah di dunia. Hadir dalam Vesper Agunbg ini, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Piero Pioppo, Uskup se-Indonesia, sejumlah uskup dari negara tetangga PNG dan Timor Leste, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama, Penyelenggara Katolik Kankemenag Provinsi Papua, umat Katolik Keuskupan Jayapura dan sekitarnya, Panitia tahbisan, biarawan, biarawati.

Menurut Pastor  Barnabas, Keuskupan Jayapura serba itu hetrogen, baik dari sisi umat maupun medan pelayanan dan situasi politiknya. “Wilayah Keuskupan Jayapura sangat luas dan menantang. Lembah, gunung, bukit, sungai rawa, laut, dan lainnya. Semua ada. Bermacam-macam jenis orang ada  di Jayapura, baik suku asli Papua maupun non Papua yang memiliki latar-belakang budaya, pemikiran dan karakter  yang berbeda satu sama lain. Situasi politik juga sama.  NKRI harga mati dan Papua merdeka harga mati hidup dengan suburnya di Keuskupan Jayapura. Kekerasan dan pelanggaran HAM yang tak kunjung henti dan masih banyak lagi yang menantang,” tandas Pastor Barnabas.

Kata dia, semua tantangan itu menjadi warna khas dari Keuskupan Jayapura dan membutuhkan sentuhan dan kepiawaian dari sang pemimpin, lebih khusus uskup Jayapura yang baru supaya bisa membumikan kerajaan Allah yang merupakan inti pewartaan Yesus yang menjadi dambaan semua orang. Atau dalam bahasa lain, untuk mewujudkan Papua tanah damai atau surga kecil yang jatuh di bumi Papua, dibutuhkan komitmen, roh kebijaksanaan dan sentuhan kasih dari sang gembala. “Dan Pastor Yan You memang manusia biasa yang penuh dengan kerapuhan. Namun, jangalah takut dan ragu, Tuhan Yesus telah memilihmu sehingga Dia juga akan mendampingi sehingga pasti bisa. Kami para imam dan seluruh umat juga selalu mendukungmu,” tandas Pastor Barnabas. (KN1)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

fourteen + eleven =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir