Senin, Juni 17, 2024

Kejar Penurunan Angka Stunting, Pj. Gubernur Papua Barat Minta OPD Berlomba-Lomba Jadi Orangtua Asuh

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Pj. Gubernur Papua Barat, Paulus Waterapuw meminta semua  pimpinan OPD di lingkup Pemprov Papua Barat termasuk pimpinan TNI/Polri agar dapat bergerak bersama untuk menurunkan angka stunting di Papua Barat dengan berlomba-lomba menjadi orangtua asuh. “Kita menargetkan penurunan stunting 4% di tahun 2024. Untuk itu, semua harus bergerak bersama,” ungkap Waterapuw dalam sambutannya yang disampaikan staf ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Otsus, Thamrin Payapo dalam acara Rekonsiliasi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Papua Barat tahun 2022 di salah satu hotel di Manokwari pada Jumat (14/10/2022).

“Forkompimda termasuk pimpinan OPD, pimpinan BUMN, BUMD dan masyarakat umum harus berlomba-lomba jadi orangtua asuh bagi keluarga-keluarga yang rentan dan sangat beresiko jadi sasaran penurunan stunting,” ungkapnya.

Kata Waterpauw, untuk menangani masalah stunting di Papua Barat, Pemprov Papua  Barat telah memandatkan tugas kepada sejumlah OPD untuk menangani hal tersebut seperti Bappeda, Dukcapil dan lainnya karena angka resiko stunting di Papua Barat tergolong tinggi yaitu sekitar 26,6% dari angka nasional 24,4%. “Dari 12 dan 1 kota di Papua Barat, hanya ada 2 daerah yang angka stunting tergolong rendah yaitu Kabupaten Fakfak an Kota Sorong,” ujar gubernur.

Gubernur juga meminta semua pihak wajib hukumnya untuk melakukan sosialisasi penurunan stunting pada kelompok yang rentan yaitu pasangan remaja, pengantin baru dan pasangan pra nikah  serta kelompok rentan lainnya agar dapat merencanakan keluarga yang bermutu. “Kita harus melakukan sosialisasi kepada para remaja agar dapat merencanakan pernikahan sehingga benar-benar siap untuk membangun keluarga yang bermutu,” jelas gubernur sambil berterima kasih kepada Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII/Kasuari yang telah bersedia menjadi orangtua asuh sehingga  bisa menjadi contoh bagi lainnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Papua Barat Philmona Maria  Yarollo, S.Sos, M.Si mengatkan, masalah stunting bukan hanya soal tinggi badan tetapi lebih kepada kemampuan koginitif anak yang mengalami hambatan perkembangan selama 2 tahun yang sulit diperbaiki  dengan mengintensifkan pemberian asupan gizi selama kurang lebih 6 bulan. “Kita berterima kasih kepada gubernur Papua Barat yang mau mendorong semua pihak agar bergerak bersama menurunkan angka stunting di Papua Barat,” ujarnya. (KN2)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

three × four =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir