Jumat, April 19, 2024

Markus Fatem Soroti Mandeknya Dana Konservasi di Papua

BIAK, Kasuarinews.id – Upaya konservasi penyu oleh kelompok masyarakat adat Mapia Conservation Biodiversity (MCB) di kampung Mapia, Distrik Mapia Kabupaten Supiori, terancam mandek. Pemerintah diharapkan memberikan pendanaan serta pembinaan berkelanjutan agar warga dapat lebih berdaya dan  memperoleh manfaat ekonomi dari upaya pelestarian satwa dunia yang terancam punah tersebut.

Markus Fatem, Ketua Kelompok Kerja Konservasi Penyu (KKP) Yayasan Konservasi Alam Papua Barat di Biak pada Kamis (1/12/2022) mengatakan, kegiatan penyelamatan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu hijau (Chelonia mydas) belum menunjukan langkah baik serta terbengkalai dari segi pendanaan

“Dari segi pendanaan pemerintah sangat lemah, sehingga belum ada manfaat ekonomi, lama-kelamaan warga pun jadi malas mengurus,” ujarnya.

Kedua jenis penyu tersebut, kata Markus masuk dalam daftar merah satwa endemik teracam punah oleh data Organisasi Internasional Konservasi Alam (IUCN) yang bermarkas di Olso Norwegia. Bahkan penyu sisik berada dalam kategori critically endangered atau selangkah lagi menuju kepunahan di alam liar.

“Berdasarkan rilis data dari NGO Konservasi Internasional dalam 6 bulan terakhir Tahun 2022, kedua penyu berada dalam kategori merah dan terancam, Tanah Papua masuk zona 3 Setelah Brazil- Afrika dan Nicobar- India,”beber Aktivis NGO ini

Dia juga menjelaskan bahwa upaya konservasi penyu oleh kelompok masyarakat adat Mapia Conservation Biodiversity (MCB) di kampung Mapia , Distrik Mapia Kabupaten Supiori, masuk dalam wilayah Balai Besar Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Biak Papua.

“Harusnya pemerintah jeli dan jernih serta sensitif terhadap  upaya konservasi penyu oleh kelompok masyarakat adat Mapia Conservation Biodiversity (MCB) di kampung Mapia , Distrik Mapia Kabupaten Supiori,”jelasnya

Menurut Markus, sejak berdiri lebih kurang 3 tahun terakhir kelompok masyarakat adat Mapia Conservation Biodiversity (MCB) sudah berhasil melepasliarkan sekitar 5.000 tukik. “Mereka ikut membantu dengan berhasil melepasliarkan sekitar 5.000 tukik. Pemerintah Kabupaten Supiori harus memberikan pendanaan dalam Upaya konservasi penyu oleh kelompok masyarakat adat Mapia Conservation Biodiversity (MCB) di kampung Mapia , Distrik Mapia Kabupaten Supiori,” ungkapnya. (KN5)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

four × 1 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir