Senin, Juni 17, 2024

Perayaan HUT PI Ke-167, Pendeta Solisa Ajak Umat Kristiani Kembali Ke Keluarga

BINTUNI, Kasuarinews.id – Jemaat GKI Laharoi Kalikodok, Bintuni pada Sabtu (5/2/2022) merayakan HUT pekabaran Injil ke-167 di tanah Papua dalam ibadah syukur sederhana.

Pendeta P. Solisa S.Th, dalam renungannya mengatakan bahwa tema perayaan HUT PI ke-167, “Kuasa Yesus Kristus yang telah membebaskan kita,”  memiliki makna begitu mendalam. “Jika tema perayaan HUT PI ke-167 direnungkan secara mendalam, tema itu mengajak seluruh umat Kristiani di tanah Papua agar dapat kembali ke keluarganya masing-masing,” ungkapnya.
Menurut Pdt. Solisa, keluarga adalah gereja yang paling kecil dan tempat pertama nilai-nilai Injili mulai tumbuh dan berkembang. “Keluarga adalah tempat pertama seorang pribadi mulai dibentuk. Dalam keluarga seseroang dibentuk menjadi seorang Kristen dan seorang manusia yang baik dan benar. Artinya, jika dalam keluarga  anak-anak mulai dibiasakan dan dididik dengan nilai-nilai agama yang baik dan benar akan menjadi warga gereja dan juga warga masyarakat yang baik. Dan itu dimulai dari hal kecil, misalnya berdoa bersama sebelum memulai hari baru atau aktivitas, membaca kitab suci bersama dalam keluarga dan sebagainya. Dalam keluarga seorang anak diajari soal nilai cinta kasih, tolong menolong, saling menghargai, memaafkan, berkorban dan sebagainya. Nilai-nilai itu seakan hilang dari banyak keluarga Kristen dewasa ini. Untuk itu, saya ajak seluruh umat Kristen di tanah Papua terutama warga Jemaat GKI Laharoi  Kalikodok Bintuni agar dapat kembali ke keluarga karena dalam keluarga kita menemukan kehangatan cinta yang sesungguhnya,” terang Pdt. Solisa.

Lanjut Pdt. Solisa, nilai-nilai itu dapat membantu keluarga-keluarga Kristen untuk memaknai Injil Yesus Kristus untuk mendidik anak-anak yang merupakan generasi masa depan gereja  dengan baik dan benar. “Tak dipungkiri banyak generasi muda di Bintuni saat ini terjerumus dalam pergaulan bebas, terjerumus dalam penyakit miras dan narkoba. Itu terjadi karena di dalam keluarga, anak-anak muda itu sudah tidak menemukan kehangkatan cinta. Nah, kalo Injil itu benar-benar membebaskan kita, maka kita juga harus dapat membebaskan diri dari hal-hal negatif seperti miras, narkoba, pergaulan bebas, korupsi dan hal negative lainnya,” tandas Pdt. Solisa.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua Klasis GKI Laharoi Teluk Bintuni Frans Awak. “Tema HUT PI Kuasa Yesus Kristus  yang telah membebaskan kita (Yoh: 91_12) harus dimaknai dengan benar. Artinya, sudah 167 tahun lamanya kita menerima Injil Yesus Kristus. Untuk itu, nilai-nilai Injili itu harus bisa menjadi pedoman bagi setiap umat Kristiani di tanah Papua dalam hidup sehari-sehari. Artinya, Injil itu dapat menjadi pedoman bagi kita untuk membebaskan diri dari hal-hal negatif seperti miras, narkoba, korupsi dan sebagainya,” ungkap Awak. (AN)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

eighteen − 9 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir