Jumat, April 19, 2024

Stafsus Presiden Didampingi Asisten I Setda Papua Barat Daya Buka Musdat Lemata di Fef

FEF, Kasuarinews.id – Staf Khusus Presiden RI utusan Papua Febyola Iriani Ohee didampingi Asisten I Setda Provinsi Papua Barat Daya Septinus Lobat, SH, M. PA pada Kamis (19/1/2023) membuka secara resmi Musyawarah Adat Lembaga Adat Masyarakat Tambrauw di Kompleks Gereja Katolik Fef, Kabupaten Tambrauw dengan pemukulan tifa. Musdat yang mengambil tema, “Persatuan dalam Perbedaan Menuju Harmonisasi dan Kedaulatan Masyarakat Adat Tambrauw,” ini dihadiri oleh MRP Papua Barat, Anggota DPR Papua Barat Fraksi Otsus, Pemprov Papua Barat dari Biro Otsus, Pemprov Papua Barat Daya, Pj. Sekda Tambrauw, Pimpinan DPRD Tambrauw, mantan Bupati Tambrauw Gabriel Asem, DAP wilayah III Doberay, tokoh adat dan masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama serta warga masyarakat Tambrauw.
Ketua Panitia Paul Baru dalam sambutannya mengatakan bahwa wacana pembentukan Lemata sudah digulirkan oleh para kepala suku dan tokoh adat di Tambrauw sejak tahun 2019 di Sausapor.
“Dalam pertemuan di Sausapor kala itu disepakati untuk membentuk lembaga adat untuk dapat mengkoordinir suku- suku di Tambrauw. Namun karena covid-19 rencana tersebut baru terealisasi tahun ini,” ungkap Paul.
Dia menegaskan bahwa kehadiran Lemata samasekali tidak menghilangkan fungsi dan kewenangan lembaga suku dan LMA di tingkat suku yang tetap otonom dan mandiri. “Lemata itu semacam lembaga koordinasi suku-suku yang ada untuk membicarakan kepentingan seluruh masyarakat adat di Tambrauw. Selama ini setiap suku berada di kamarnya sendiri-sendiri untuk membicarakan masalahnya. Lemata itu ibarat ruang tamu dimana semua suku di Tambrauw duduk dalam satu ruangan untuk bicara soal masalah bersama,” ungkap Paul.
Sementara itu Gubernur Papua Barat Daya dalam sambutannya yang disampaikan Asisten I Setda PBD Septinus Lobat mengatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan Musdat Lemata.
Pj. Sekda Tambrauw M. Zen Hayatudin mewakali Pj. Bupati Tambrauw juga menegaskan bahw pemda Tambrauw mendukung penuh Musdat Lemata demi penguatan masyarakat adat.
Di sisi lain, Stafsus Presiden Febyola I. Ohee dengan mata berkaca saat menyampaikan sambuatan mengatakan bahwa saat ini Tanah Tambrauw menangis karena melihat masyarakat adatnya tidak bersatu. Dia pun berkomitmen akan membantu dan memfasilitasi pembangunan masyarakat adat Tambrauw.
Pada kesempatan ini Ketua LMA Karon Yulius Mirino juga menyerahkan pernyataan sikap masyarakat adat Tambrauw kepada Pemerintah Pusat dan Pemprov Papua Barat Daya agar dapat memfasilitasi pembangunan kantor lembaga masyarakat adat di Tambrauw. Sambuatan juga disampaikan oleh Ketua DAP wilayah III Doberay yang diwakili Sekretaris DAP Zakarias Horota.
Usai upacara pembukaan, foto bersama dan santap siang, kegiatan Musdat dilanjutkan dengan pemaparan materi di aula RSUD Pratama Fef yang disampaikan 8 orang narasumber baik dari kalangan pemerintah pusat, Biro Otsus Setda Papua Barat dan akademisi Unipa Manokwari dan Uncen Jayapura. (KN2)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

2 × 4 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir