Kamis, Mei 23, 2024

Tutup Rakor Dishut PB, Runaweri Minta Program Dibuat Berdasakan Kebutuhan, Bukan Keinginan

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Ir. Hendrik Runaweri, MM pada Jumat (25/2/2022) menutup secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Teknis  Dinas Kehutanan Papua Barat yang digelar selama 3 hari  di salah satu hotel di Manokwari. Dalam sambutannya, Runaweri mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Rakor  terlibat secara aktif dalam Rakor Kehutanan Tahun 2022 ini. “Kita berharap agar apa yang telah dibahas dalam Rakor ini dalam diakomodir oleh Pemerintah Provinsi sehingga masuk dalam program kerja ke depan. Namun lebih penting daripada itu, sesuai dengan tema rakor kita semua harus terus menjaga hutan agar tetap lestari. Artinya, kita perlu memastikan bahwa hutan di Papua Barat dapat dikelola dengan baik dan benar sehingga memberi manfaat bagi rakyat lewat peningkatan kesejahteraannya,” ujar Runaweri.

Runaweri juga mengatakan bahwa DPA Dishut Papua Barat tahun 2022 tergolong besar yaitu sekitar 350 milyar. “Nah, dana itu tergolong besar. Keberadaan dana yang besar itu sekaligus memberi tantangan bagi kita. Artinya, dengan dana yang besar itu, apa yang dapat kita berikan kepada pemerintah terutama masyarakat di Papua Barat,” ungkap Runaweri.

Untuk itu, dengan tegas Runaweri meminta agar semua program yang direncanakan harus berdasarkan kebutuhan riil di lapangan untuk menjawab kebutuhkan masyarakat, bukan berdasakan keinginan. “Ini menjadi kunci bagi seorang perencana dalam membuat program. Jangan buat program sesuai keinginan, apalagi keinginan pribadi dan kelompok tetapi sesuai dengan kebutukan,” tegas Runaweri.

Dia juga mengapresiasi sejumlah hasil pendampingan dari beberapa KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) di sejumlah wilayah seperti adanya produksi minyak lawang, madu serta teh dari Kayu Gaharu. “Meski hasilnya sedikit tetapi itulah hasil yang kita capai dan perlu disampaikan ke pimpinan sebagai hasil hutan desa,” terang Runaweri.

Selain itu, dia juga meminta agar fungsi manajerial seorang pimpinan CDK (Cabang Dinas Kehuatan) perlu terus ditingkatkan. “Ketika uang dicairkan ke dalam program, pasti bisa naik, juga tidak bahkan seringkali turun. Untuk itu, fungsi manajerial seorang pimpinan  dalam pengaturan dan penataan keuangan  harus lebih efektif. Kita harus terus perhatinakan dan tingkatkan kinerja yang ada saat ini karena dari 37 SKPD di lingkup Pemprov Papua Barat, Dinas Kehutanan masuk 5 besar dalam hal pengeloaan keuangan terbaik,” harapnya.

Acara penutupan Rakor Dinas Kehutanan diakhiri dengan penyerahan secara simbolis  Dana Otsus serta Dipa ke kantor CDK dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng Ulang Tahun Kepala Dinas Kehutanan yang merayakan HUT ke-58. Perayaan HUT ini pun dirayakan secara sederhana. (AN)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

twenty − 18 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir