Minggu, Juli 21, 2024

Hadiri Musda II Permata, Bupati Hermus Minta Masyarakat Suku Tanimbar di Manokwari Bangga akan Identitasnya

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Bupati Manokwari Hermus Indou, S.IP, MH pada Sabtu (23/7/2022) menghadiri dan membuka secara resmi Musyawarah Daerah II Persatuan Masyarakat Tanimbar (Permata) Kabupaten Manokwari yang berlangsung di gedung Serbaguna Gereja Maranatha, Manokwari. Acara Musda ini diawali dengan penjemputan Bupati Hermus.

Dalam sambutannya, Bupati Hermus mengajak seluruh masyarakat suku Tanimbar di Manokwari agar tetap menjaga dan melestarikan identitasnya sebagai orang Tanimbar. “Jangan sekali-kali masyarakat Tanimbar di Kabupaten Manokwari  mengingkari identitas dan jati dirinya sebagai orang Tanimbar tetapi harus bangga dan menunjukan eksistensinya sebagai orang Tanimbar,” ujar Hermus.

Menurut Bupati Hermus, kerukunan keluarga atau paguyuban lainnya termasuk Persatuan masyarakat Tanimbar dibentuk  karena beberapa pertimbangan. “Mengapa orang Tanimbar di Manokwari mau bentuk persekutuan? Alasannya karena masyarakat Tanimbar di Manokwari ingin tetap menjaga  eksistensi dan hendak menunjukan jati dirinya di tengah masyararakat Manokwari yang hetrogen. Artinya, di tengah masyarakat Manokwari yang hentrogen, masyarakat Tanimbar ingin menujukan bahwa ada orang Tanimbar juga di Manokwari yang hidup berdampingan dengan suku-suku lainnya. Dengan begitu, masyarakat Tanimbar yang ada di Manokwari juga ingin  ikut dan terlibat membangun peradaban di Papua bersama suku-suku lainnya,” ujar Bupati.

Asalan kedua, kata Bupati, pembentukan persekutuan  adalah sebagai bagian dari upaya orang Tanimbar di Manokwari menghargai eksistensinya. “Maka saya ajak saudara-saudari yang hadir dalam Musda ini agar selalu bangga menjadi orang Tanimbar dan jangan sekali-kali mengingkari identitas dan jati diri karena itu bagian dari ciptaan Tuhan. Selain itu jika masyarakat Tanimbar di Manokwari bisa bergabung dalam suatu wadah maka dapat berjuang bersama-sama,” ungkap Bupati Hermus menambahkan hal itu juga menunjukan  bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Manokwari mengapresiasi penyelanggaraan Musda tersebut sebagai upaya untuk membangun persatuan internal tetapi juga dapat menjadi pilar sosial bersama paguyuban lainnya dalam membangun Manokwari sebagai rumah bersama.

Untuk itu, Bupati Hermus meminta agar Musdat II masyarakat Tanimbar dapat dijadikan  momentum untuk memperkuat eksistensi dan jati diri.  Selain itu dapat menjadi  forum evaluasi baik secara internal dan eksternal.

Ketua Panitia Antonius  Malir dalam laporannya menyampaikan bahwa Musdat ini merupakan hasil konsolidasi yang dilakukan terus menerus. “Sebenarnya sesuai dengan AD/ART, Musdat II ini seharusnya sudah digelar beberapa tahun lalu karena masa kepengurusan hanya 3 tahun sehingga sudah berakhir tahun 2015. Namun pengurus tetap menjalakan tugasnya sehingga baru hari ini digelar Musdat II,” ujar Anton menambahkan bahwa Musdat II ini bertujuan utama untuk membangun persaudaraan yang lebih.

Sementara itu, Ketua Permata Moris Sainawal, SH  mengatakan masyarakat Tanimbar meski menganut dan menghidupi filosofi Duan Lolat tetapi pada dasarnya merupakan satu keluarga besar sehingga semua memiliki hak dan kedudukan yang sama. Dia pun tak menampik bahwa kepengurusan  Permata seharusnya sudah berakhir 2015 sehingga terjadi kevakuman tetapi karena belum digelar Musdat sehingga pengurus lama masih terus belanjut hingga 2022. Untuk itu, dia berharap  agar Musdat ini dapat melahirkan kepengurusan baru yang lebih membumi yang dapat merangkul seluruh masyarakat Tanimbar di Manokwari menjadi satu keluarga besar yang dapat bergandengan tangan dengan pemerintah dan paguyuban  lainnya untuk membangun Manokwari. (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

4 × five =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir