Senin, Juni 17, 2024

Sambut HUT Ke-10 Kabupaten Mansel, DPRD Minta Eksekutif Tidak ‘Jalan Sendiri’

RANSIKI, Kasuarinews.id – Kabupaten Manokwari Selatan akan merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-10 pada Tanggal 16 November besok. Menyambut HUTnya, Kasuarinews.id berbicang dengan Ketua DPRD Kabupaten Manokwari Selatan Moses Anari yang sedang berada di Bandung melalui sambungan telepon pada Selasa (15/11/2022).

Politisi PDI Perjuangan ini mengakui bahwa selama 10 tahun, sudah begitu banyak perubahan yang terjadi di Manokwari Selatan meski usia kabupaten tersebut baru seumur jagung. “Kita harus jujur mengatakan bahwa begitu banyak kemajuan yang terjadi di Mansel dari pelbagai sektor. Dan yang paling penting, Bupati Markus Waran dan Wakil Bupati Wempy Rengkung telah meletakan dasar yang kokoh bagi pembangunan Mansel ke depan di periode pertama kepemimpinan keduanya sebagai bupati dan wakil bupati definitif Mansel yang pertama. Itu yang sangat penting. Kalo dasar sudah kuat dan kokoh, pembangunan Mansel ke depan akan lebih baik, tetapi jika dasar itu goyah, maka ke depan juga akan salah dan keliru. Ini kan sama saja dengan bangun rumah. Dan kami dewan melihat, kedua pemimpin Mansel itu sudah meletakan dasar yang kokoh dan terus dilanjutkan pada periode kedua kepemimpinan keduanya. Persoalannya, setelah kedua pemimpin itu meletakan jabatan nanti, apakah penggantinya mau melanjutkan program keduanya atau mulai sesuatu yang baru lagi? Ini yang jadi soal. Artinya, Waran dan Rengkung sudah letakan dasar yang benar dan kokoh, mau dilanjutkan atau tidak oleh pemimpin berikutnya atau rombak dasar itu dan buat baru lagi. Ini yang nanti jadi soal dan harus dipikirkan bersama oleh seluruh rakyat Mansel agar kelak tidak salah memilih pemimpin,” jelas Moses Anari.

Moses juga mengakui bahwa meski  terdapat kemajuan signifikan dan pemerintah telah bekerja keras, tetapi di sana-sini banyak hal juga masih perlu dibenahi dengan penanganan yang baik dan benar. “Yang pasti pasti ada kekurangan. Dan membangun suatu daerah itu butuh proses, tidak semudah membalik telapak tangan. Masyarakat mau cepat tetapi semua butuh proses dan tahapan. Misalnya, masyarakat mau ini dan itu, tetapi pemerintah tidak  bisa jawab sekaligus karena ada keterbatasan misalnya soal anggaran dan sebagainya. Ini yang harus dipahami bersama,” jelas Moses sambil meminta pemerintah terutama Bupati dan Wakil Bupati dengan OPDnya dapat membenahi secara perlahan persoalan-persoalan yang ada secara bertahap dengan menggunakan skala prioritas.

Menurut Moses, untuk membangun  Mansel ke arah yang lebih baik, tidak hanya bisa berharap dari pemerintah daerah. Untuk itu, dia mengajak seluruh warga Manokwari Selatan agar mau bergandengan tangan bersama pemerintah membangun Mansel sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Rakyat Mansel harus bantu pemerintah. Misalnya dengan menjaga keamanan dan ketertiban. Kalo daerah aman maka pembangunan pasti lancar. Atau jangan ada masalah sedikit langsung  demo untuk menyampaikan protes ke pemerintah apalagi sampai merusak fasilitas umum. Atau, jangan memprovokasi masyarakat dengan hal-hal sepele sehingga terjadi perpecahan di tengah masyarakat. Untuk kita kalo mau Mansel maju, masyarakat juga harus bantu pemerintah daerah. Hal itu hanya bisa dilakukan jika seluruh masyarakat Mansel bersatu,” jelas Moses.

Menyambut hari jadi Mansel ke-10, Moses juga meminta agar eksekutif di Mansel dapat terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan lembaga legislatif sebagai representasi rakyat. “Kita di dewan minta, pemerintah jangan jalan dan kerja sendiri. Mau buat sesuatu perlu berkomunikasi dan mengajak pihak legislatif apalagi jika menyangkut nasib rakyat banyak. Misalnya, pemerintah bangun ini dan itu, kami di dewan kaget dan lihat saja barang sudah jalan. Atau jika ada program atau proyek dari pemerintah pusat, pemprov, pemerintah perlu juga berkomunikasi dengan DPRD sebagai wakil rakyat sehingga DPRD tahu apa yang dikerjakan pemerintah. Nah, komunikasi dan koordinasi antara eksekutif dan legislatif ini perlu terus ditingkatkan dari waktu ke waktu agar tidak ada sikap saling curiga namun hubungan itu dibangun atas dasar kepercayaan dan saling menghormati,” tandas Moses Anari. (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

3 + 5 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir