Minggu, April 21, 2024

Bupati Markus Waran Pimpin Ibadah Natal di Gereja GKI Petrus Abresso, Ransiki

RANSIKI, Kasuarinews.id –  Bupati Manokwari Selatan (Mansel) Markus Waran, ST, M.Si yang juga adalah Ketua Majelis Jemaat Gereja GKI Petrus Abresso pada Minggu (25/12/2022) memimpin ibadah Natal sekaligus menjadi pengkhotbah pada Ibadah Natal pukul 19.00 Wit di Gereja Petrus Abresso, Ransiki. Ibadah Natal ini berlangsung begitu hikmat dan diikuti oleh warga jemaat GKI Petrus Abresso. Perayaan Natal ini juga dimeriahkan dengan persembahan puji-pujian dari Paduan Suara dari lingkungan jemaat Petrus Abresso.

Dalam khotbahnya Bupati mengambil dari beberapa bagian ayat dari kitab suci Alkitab, dan menguraikan makna Natal yang ditinjau dari iman Kristiani maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Inti Natal yang dirayakan umat kristiani setiap tahun, kata bupati, adalah pengorbanan dan cinta kasih. “Yesus Kristus lahir dan turun ke bumi merupakan perwujudan cinta kasih Allah kepada manusia,” jelasnya.

Ia juga mengutip tema Natal secara nasional yang disampaikan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konprensi Waligereja Indonesia (KWI) tahun ini yakni “Pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain (Mateus 2: 12).”

 “Saya coba renungkan dan bertanya dalam hati kenapa PGI dan KWI memilih tema ini. Akhirnya saya tiba pada kesimpulan bahwa cinta kasih ini memang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari kita,” katanya.

Kita sedang merayakan cinta Tuhan yang besar kepada kita umat yang diciptakan-Nya dari debu tanah. Kesadaran akan adanya Tuhan yang mencintai kita adalah sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Bersukacitalah dunia, penyelamatmu telah lahir, rayakanlah cinta Tuhan yang tanpa syarat itu. Kehidupan kita yang mencerminkan kasih Allah dan penuh kemurahan adalah tanda bahwa berita penyelamatan Allah telah sampai kepada kita.

“Seorang pendendam, yang tidak memaafkan orang lain dan seorang yang enggan bermurah hati kepada orang lain adalah tanda bahwa hatinya belum tersentuh berita keselamatan dari Allah.  Kemurahan hati Allah belum sampai dia sehingga iapun tidak mengenal kemurahan hati untuk berbagi, untuk memaafkan. Seorang pemabuk karena miras menjadi tanda bahwa hatinya belum tersentuh akan kabar sukcita kelahiran Yesus,” ujar Waran.

Kata Waran, berita tentang Allah yang mencintai umat-Nya dan yang menyelamatkan umat-Nya ini harus disampaikan supaya hati yang dingin dan keras karena keringnya cinta akan menghangat kembali dan percaya bahwa cinta itu masih ada. Supaya hati yang putus asa kembali bergairah bahwa pengharapan itu masih ada. Kita bisa menjadi berita kesedihan akan kesungguhan kasih Allah yang mencintai umat-Nya tanpa syarat. Kegiatan ibadah ini diakhiri dengan salaman dan ramah tamah bersama warga jemaat yang hadir. (KN5)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

sixteen + 10 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir