Minggu, Juli 21, 2024

Masyarakat Tambrauw Diminta Terlibat Aktif dalam Pembahasan Raperda Masyarakat Adat, Tokoh dan Tim Pemekaran

FEF, Kasuarinews.id – Salah seorang tokoh pemuda Tambrauw, Albert Asem, SE meminta seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Tambrauw dapat berperan aktif untuk memboboti Raperda tentang Masyarakat Adat, Tokoh dan Tim Pemekaran Tambrauw.

“Akhir-akhir ini muncul wacana pembuatan Perda tentang masyarakat adat, tokoh dan Tim Pemekaran. Agar Raperda itu mempunyai nilai lebih, semua pihak baik anggota tim pemekaran, intelektual, tokoh adat, pemuda, tokoh agama tokoh perempuan, legislatif, birokrat, kepala suku, tokoh masyarakat, mahasiswa harus terlibat aktif dalam diskusi yang akan digelar dalam waktu dekat untuk menyampaikan ide dan gagasan agar Raperda itu punya nilai yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” ungkap Albert Selasa (1/11/2022).

Menurut Albert, munculnya ide dan gagasan untuk membuat Raperda yang mengatur tentang masyarakat adat, tokoh dan tim pemekaran  bertujuan untuk mengatur dan mengakomodir  ide dan gagasan serta kesadaran bersama dalam memperjuangkan lahirnya sebuah kabupaten baru di wilayah tengah antara Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Sorong yang namanya Tambrauw saat ini bukan karena kepentingan jabatan dan lainnya tetapi sema-mata karena kebutuhan bersama wilayah dan masyarakat yang tertinggal sekian puluhan tahun lamanya.

Kata dia, meski peradaban baru telah masuk ke Papua melalui Pekabaran Injil dan pemerintahan silih berganti tetapi tidak pernah merubah hidup dan nasib  orang Tambrauw. “Kami orang Tambrauw yang terdiri dari 4 suku asli dan ditambah dengan 1 suku yaitu Biak tetap tertinggal dan tersingkirkan dalam segala aspek pembangunan yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi serta sosial politik. Misalnya,  untuk sekolah dan berobat saja susah bahkan hasil pertanian banyak yang membusuk. Orang Tambrauw dijadikan sebagai alat politik di Manokwari dan di Sorong (pelengkap penderita),” jelas Alberth.

Lanjut dia, hal itulah yang memaksa dan memacu kesadaran bersama dengan satu prinsip dan sikap yang kuat serta semangat bersama untuk berjuang bersama rakyat untuk keluar dari penindasan dan keterpurukan menuju hidup baru dalam semua aspeg kehidupan yg sejajar setara dan bermartabat di dalam satu rumah  bernama Kabupaten Tambrauw yang terpisah dari Sorong dan Manokwari. “Untuk itu, sekali lagi, dengan latarbelakang dan kesadaran kolektif akan nasib yang sama itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat Tambrauw agar dapat aktif terlibat dalam diksusi untuk rencangan Perda masyarakat adat, tokoh dan tim pemekaran  Tambrauw yang akan digelar dalam waktu dekat,” tandas Albert. (KN2)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

eleven − 9 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir