Kamis, Mei 23, 2024

Renungan Minggu Adven III, 11 Desember 2022: Gaudete, Bersukacitalah

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Bacaan Kitab Suci yang akan diperdengarkan kepada kita di Minggu Adven III hari ini adalah Yesaya 35:1-10; Yakobus 5:7-10; dan Injil Matius 11:2-11.

Saudara-saudari terkasih, Minggu Adven III biasa disebut MINGGU GAUDETE, artinya “Bersukacitalah”, sebab Tuhan sudah dekat.

Nabi-penyair Yesaya menuliskan puisi profetis yang indah dan bernar sekali dalam bab 35, yang berisi nubuat tentang keselamatan di Zaman Mesianis.

Ada lima poin di dalamnya. Pertama, alam ciptaan dibarui: “Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga”.

Kedua, manusia dibarui: “Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan dan telinga orang tuli akan dibuka. Orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai”.

Ketiga, cara hidup diperbarui: “Di situ akan ada jalan raya yang disebut JALAN KUDUS…”. Orang-orang jahat tidak akan melintasinya. Hanya orang benar, lurus, dan jujur akan berjalan di situ.

Keempat, pembaruan luar biasa ini terjadi karena: “mata air memancar di padang gurun dan sungai di padang belantara”. Sungai di gurun itu melambangkan keselamatan yang dikerjakan Tuhan sesuai dengan firman-Nya: “Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai” (Yes. 66:12).

Kelima, puncak dari segalanya itu ialah SUKACITA: “orang-orang yang diselamatkan … masuk ke Sion dengan bersorak-sorai sedang sukacita abadi meliputi mereka” (Yes 35:10).

Dalam Injil minggu ini, Yohanes Pembaptis dari dalam penjara menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus: “Engkaulah yang akan datang atau haruskah kami menantikan orang lain?”

Dulu di Sungai Yordan, Yohanes sudah tahu bahwa Yesus itu adalah Almasih, Dia yang dijanjikan untuk datang menyelamatkan manusia. Juga di Yordan, Yohanes pernah menyampaikan pewartaan yang keras, untuk memanggil orang kepada pertobatan.

Maka Yohanes pun berpikir bahwa Almasih akan bertindak tegas terhadap para pendosa. Tetapi kini di penjara, Yohanes mendengar bahwa Yesus bergaul dengan pendosa, bahkan makan dan minum dengan mereka.

Maka Yohanes bertanya: Apakah Yesus ini sungguh Almasih yang dinanti-nantikan?

Yesus menjawab dengan menunjukkan karya Allah dalam diri-Nya: “Pergi dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik”.

Dengan itu, ramalan Yesaya sudah mulai terpenuhi dalam diri Sang Juruselamat. Namun, Yesus membutuhkan murid-murid-Nya dan kita umat-Nya untuk melanjutkan karya penyelamatan itu.

Lalu Yesus berbicara tentang kebesaran Yohanes Pembaptis. Tetapi Yesus menutupnya dengan sebuah pernyataan yang mengejutkan:

“Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya”.

Mengapa demikian? Yang belum dialami Yohanes ialah belas kasih Allah yang tiada berhingga, yang dinyatakan dalam diri Kristus. Yesus datang bukan untuk menghukum melainkan untuk menyelamatkan pendosa, bahkan Putra Allah ini rela mati di salib agar kita boleh hidup. Yesus adalah Wajah Kerahiman Allah, pewahyuan Kasih Ilahi. Namun, Ia membutuhkan kita untuk menampilkan ‘wajah’ itu melalui kebaikan kita terhadap sesama.

Doa

Datanglah Yesus Almasih, baruilah semesta alam ciptaan dan baruilah kami juga dalam belas kasih-Mu. Dan semoga kami yang telah mengalami anugerah yang melimpah ruah itu Kau jadikan saksi cinta-Mu di tengah dunia dan cahaya Wajah-Mu bagi sesama. Amin.(KN5)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

fifteen − 4 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir